Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan Kementerian BUMN merupakan lahan basah bagi siapa pun yang berniat untuk mencari keuntungan untuk diri sendiri atau sebagian kelompok. Lihat saja, sederet kasus korupsi terus-menerus menimpa perusahaan pelat merah beberapa waktu terakhir.
"Persoalan di BUMN ini kan kebanyakan politis ya, lahan basah sekali. Jadi, integritas diuji di sini. Ini menjadi tantangan bagaimana untuk bisa menghadapi tekanan politis yang biasanya mengganggu kepentingan BUMN," ucap Faisal kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faisal menilai masyarakat menantikan upaya Erick untuk memberantas korupsi yang selalu saja terjadi di perusahaan pelat merah setiap tahun. Pendiri PT Mahaka Media Tbk ini juga diminta agar kebijakan yang dikeluarkan tak memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan yang ia kelola.
"Harus dijaga agar tidak terjadi konflik kepentingan karena beliau (Erick) punya perusahaan juga," terang dia.
"Pengalaman beliau (Erick) harusnya ada ilmu korporasi. Jadi, bisa lihat mana-mana saja dirasa tidak efisien dan kurang profesional," ucapnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ekonom Bank Permata Josua Pardede. Menurutnya, BUMN yang kinerjanya masih buruk bisa dikelola lebih baik di bawah kepemimpinan Erick.
"Diharapkan BUMN juga bisa lebih berkembang, mandiri, semakin bagus. Jangan bergantung terus dengan Penyertaan Modal Negara (PMN)," kata Josua.
[Gambas:Video CNN]
Dengan demikian, Kementerian BUMN tak hanya fokus pada pembentukan holding sektoral saja. Hal pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana perusahaan pelat merah yang merugi bisa diperbaiki.
"Latar belakang Erick ini bisa mengatasi masalah-masalah di BUMN," pungkasnya.