Sebelumnya, rasio elektrifikasi merupakan perbandingan antara jumlah rumah tangga penduduk yang bisa menikmati aliran listrik dengan total rumah tangga.
"Rasio elektrifikasi agar 2020 (menjadi) 100 persen tidak ada rumah tangga yang tidak (dialiri) listrik," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana di kantornya, Kamis (24/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Listrik Desa merupakan program pemerintah dalam bentuk bantuan dana kepada RT yang tidak mampu untuk berlangganan listrik. Sementara Papua terang adalah upaya pemerintah untuk memberikan akses listrik terhadap wilayah yang sulit terjangkau di daerah papua dengan energi Baru Terbarukan (EBT).
"Sisa yang 1,1 persen (dari target) itu tersebar di daerah yang kalau tak pulau kecil, daerah yang remote, seperti di Papua maupun NTT," kata Rida.
"Dulu (rasio elektrifikasi NTT) hanya 60 persen sekarang 73 persen. Jadi, kami pacu bagaimanapun caranya karena tertinggal dari provinsi lain, angka ini akan terus kami tingkatkan," katanya.
Selain NTT, Jisman juga menyebut wilayah lain yang masih memiliki rasio elektrifikasi listrik di bawah rata-rata nasional di antaranya Kalimantan Barat sebesar 97 persen dan Kalimantan Tengah 95 persen.
[Gambas:Video CNN] (ara/sfr)