Hal ini dilakukan agar penerimaan CPNS 2019 benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Tjahjo bilang tak ingin ada rekrutmen berlebih.
"Ini sedang saya bahas. Kami seleksi dulu, jangan sampai nanti antara kebutuhan dan droping tidak tepat, kami ingin tepat," terang Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, proses akan dilanjutkan dengan pelaksanaan SKD pada Februari 2020. Hasil SKD akan diumumkan pada Maret 2020 yang kemudian diikuti dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
"Integrasi kedua hasil seleksi dijadwalkan akan berlangsung pada April 2020," tutur Ridwan.
Menurut Ridwan, untuk mendukung kelancaran proses penerimaan PNS tersebut, BKN telah menyiapkan infrastruktur portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) dan pelaksanaan seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN.
Ia mengingatkan untuk pendaftaran awal, calon peserta seleksi CPNS menginput Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga atau NIK Kepala Keluarga.
"Silakan calon pelamar memastikan kedua data tersebut telah sesuai dengan data kependudukan di Dirjen Dukcapil Pusat sebelum melakukan pendaftaran," katanya.
1. Buka portal SSCASN, https://sscasn.bkn.go.id.
2. Buat akun SSCN 2019 2019 menggunakan NIK dan nomor kartu keluarga atau NIK Kepala Keluarga.
3. Login menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan.
4. Lengkapi biodata.
5. Pilih formasi dan jabatan sesuai pendidikan.
6. Lengkapi data, kemudian unggah dokumen.
7. Cek resume, cetak kartu pendaftaran.
Pengumuman penerimaan resmi akan dipublikasikan di website dan media sosial instansi penerima formasi dan juga portal SSCASN. Sebelum pengumuman pendaftaran daring dibuka secara resmi pada bulan November, portal SSCASN belum dapat diakses.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)