Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Tercatat Won Korea keok 0,15 persen, yen Jepang melemah 0,06 persen, ringgit Malaysia 0,04 persen, baht Thailand 0,01 persen, dan lira Turki 0,01 persen.
Di sisi lain, sejumlah mata uang negara di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Terpantau Dolar Singapura menguat 0,01 persen, begitu juga dengan peso Filipina 0,15 persen, sementara dolar Hong Kong stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ancaman PHK di Tengah Kenaikan Cukai Rokok |
Namun, Ariston berpendapat hal tersebut juga berisiko melemahkan ekonomi global yang memberikan tekanan pada rupiah.
"Isu pelambatan ekonomi global mungkin akan menjadi katalis rupiah hari ini," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, pada Kamis (23/10) kemarin, BI telah menjelaskan alasan pemangkasan, salah satunya adalah kekhawatiran pelambatan ekonomi.
Ariston berpendapat rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.100 hari ini.