"Intinya Pak Presiden (Jokowi) ingin (BUMN) semakin besar, bersama swasta bangun perekonomian makin solid," ujar Tiko di Istana Negara, Jumat (25/10).
Kabar penunjukan Tiko sudah mencuat sejak beberapa hari lalu bertepatan dengan pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju. Menteri BUMN Erick Thohir bahkan mengakui Tiko merupakan salah satu nama yang diusulkan kepada Jokowi sebagai calon pendampingnya. Erick mengajukan tiga sampai empat nama calon wakil menterinya ke Presiden Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria kelahiran Surabaya 18 Juli 1973 ini juga sempat menduduki posisi Chief Executive Officer (CEO) di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2014-2015.
Selain di perbankan, ia juga menduduki posisi penting di beberapa lembaga ekonomi lainnya, seperti Analis Kredit di Bank Industri Jepang periode 1996-1998, Konsultan Senior di PwC Financial Advisory Services periode 1998-1999, dan Boston Consulting Group periode 2000-2003.
Tiko melanjutkan studi ke jenjang master, dengan gelar Master Of Business Administration dari Erasmus University, Rotterdam, Belanda. Menariknya, ia berhasil menyelesaikan studi master di tengah kesibukannya sebagai ekonom.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)