Laporan Credit Suisse (CS) yang dikutip dari CNN.com, Minggu (27/10), menyebutkan China menyumbang 100 juta orang pada jajaran 10 persen orang terkaya di dunia.
Sedangkan, Negeri Paman Sam terpaut tipis di bawah China dengan jumlah orang kaya sebanyak 99 juta orang. Kondisi ini dikarenakan 'ledakan' kekayaan orang China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan ini menyoroti sejauh mana kekayaan global terkonsentrasi di bagian atas. Tercatat 50 persen penduduk dewasa di dunia memiliki kurang dari 1 persen kekayaan global. Di sisi lain, 10 persen orang terkaya menggenggam 82 persen kekayaan. Lalu, 1 persen orang terkaya menguasai hampir setengah dari aset global.
Sementara, suku bunga rendah dan program pembelian obligasi bank sentral membuat lonjakan aset dari 1 persen pemegang kekayaan dunia. Akan tetapi, sejak 2016, porsi kekayaan yang dimiliki oleh 1 persen orang terkaya tersebut menurun.
"Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa ketimpangan kekayaan menurun, bukti yang ada menunjukkan bahwa 2016 mungkin merupakan gambaran untuk masa mendatang," terang Credit Suisse.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)