Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan raihan laba bersih ditopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 8,9 persen dari Rp40,43 triliun menjadi Rp43,94 triliun.
"Pertumbuhan laba bersih tidak lepas dari pendapatan bunga bersih dan cara kami mengelola biaya operasional yang efisien, perbaikan kualitas kredit sehingga menurunkan biaya kredit," katanya, Senin (28/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, perseroan juga mengalihkan kredit dari yang risiko tinggi ke risiko rendah. Imbasnya, bank berlogo pita emas ini merevisi turun target pertumbuhan kredit dari 12 persen-13 persen menjadi hanya 8 persen - 9 persen.
"Pertumbuhan kredit kami dari yang berisiko tinggi seperti di komersial. Kami ingin fokus tidak hanya dari sisi pertumbuhan volume tapi juga menjaga dari segi kualitas," katanya.
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan angka NPL itu merupakan yang terendah sejak kuartal III 2015. Perbaikan ini membuat perseroan dapat menurunkan biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar 6,27 persen.
"Jadi perbaikan NPL di Bank Mandiri sudah bagus dan berjalan sesuai track-nya," ujarnya.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,22 persen dari Rp831,2 triliun menjadi Rp891,2 triliun. Pertumbuhan DPK khususnya berasal dari dana murah (Current Account and Savings Account/CASA) yang tumbuh menjadi Rp567,5 triliun.
Berkat kinerja itu, aset perseroan tumbuh 8,69 persen dari Rp1.173,6 triliun menjadi Rp1.275,7 triliun.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)