Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp403 ribu, 2 gram Rp1,46 juta, 3 gram Rp2,17 juta, 5 gram Rp3,6 juta, 10 gram Rp7,14 juta, 25 gram Rp17,75 juta, dan 50 gram Rp35,43 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,8 juta, 250 gram Rp176,75 juta, 500 gram Rp353,3 juta, dan 1 kilogram Rp706,6 juta.
Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku pasar memilih aset berisiko, seperti saham, di mana beberapa indeks saham di Amerika Serikat menyentuh rekor tertinggi," ucap Suluh kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/10).
Kedua, ada aksi ambil untung (profit taking) yang cukup tinggi di pasar spot komoditas emas ketika harga meningkat cukup tinggi di akhir pekan lalu. Menurutnya, profit taking akan secara alamiah mendorong kemerosotan harga emas.
Kendati begitu, ia melihat masih ada ruang bagi harga emas untuk kembali berkilau. Ruang itu terbuka ketika bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve mengumumkan hasil rapat dan keputusannya pada akhir bulan ini.
Pasar sendiri masih berekspektasi bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuannya. Meskipun, peluang The Fed menahan bunga acuan juga ada lantaran bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) mengambil keputusan itu pada bulan ini.
"Tetapi terlalu riskan jika menahan suku bunga saat ini. Jika The Fed benar-benar memangkas bunga acuan, maka dolar AS akan melemah dan emas berpotensi menguat kembali," terangnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/lav)