Padahal, bisnis perusahaan yang berbasis di San Fransisco tersebut berkembang pesat, sebelum alarm bahaya kesehatan berdering kencang dari kebiasaan vape.
Pada tahun lalu, karyawan Juul Labs mencapai 1.500 orang. Perusahaan dikabarkan mempekerjakan karyawan baru rata-rata 300 per bulan pada tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati PHK akan dilakukan, ia melanjutkan rekrutmen baru akan tetap dilanjutkan untuk posisi tertentu.
"Urusan pemerintah, klinis dan tanggung jawab perusahaan di Juul Labs dikonsolidasikan di bawah kepala regulator Joe Murillo dan fokus untuk mendapatkan kepercayaan regulator, pembuat kebijakan, dan pejabat pemerintah di seluruh dunia," tulis perusahaan.
Lihat juga:Ancaman PHK di Tengah Kenaikan Cukai Rokok |
Centers for Disease Control and Prevention menyebut kasus paru-paru terkait vape yang berhasil dikonfirmasi mencapai 1.479 kasus hingga 15 Oktober 2019.
Penggunaan vape naik daun, terutama di kalangan anak muda, sejak diperkenalkan sekitar satu dekade yang lalu. Produsen vape menyebut vape sebagai alternatif yang lebih sehat daripada rokok.
[Gambas:Video CNN] (afp/bir)