Awalnya, Faisal angkat bicara mengenai pentingnya kualitas investasi dalam suatu negara yang dipengaruhi oleh transparansi perusahaan-perusahaan di dalam negara tersebut.
Biasanya, menurut dia, negara korup cenderung menerima investasi dari negara yang juga mudah untuk diajak 'kerja sama'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Faisal pun menyinggung soal Luhut dan investor China yang tengah menanamkan investasi besar-besaran di Indonesia.
Faisal mengingatkan korupsi dapat ditoleransi untuk mengerek investasi negara dan mempercepat pembangunan infrastruktur merupakan anggapan yang salah.
"Salah mengatakan korupsi itu harus ditoleransi karena seperti pelumas dan memperlancar pembangunan, memperlancar para setan, perampok," terangnya.
Diketahui, dalam periode kedua pemerintahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mengubah nomenklatur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menjadi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Jokowi menugaskan Luhut untuk melakukan terobosan dalam rangka poros maritim dunia dan juga menangani hambatan investasi.
"Saya kira terobosan-terobosan dalam rangka Indonesia poros maritim dunia, menangani hambatan investasi dan merealisasikan komitmen-komitmen investasi besar berada di tangan beliau [Luhut]," kata Jokowi saat memperkenalkan calon menteri Kabinet Indonesia Baru di Istana Negara, Rabu (23/10) lalu.
[Gambas:Video CNN] (ara/sfr)