Komponen uang kuasi tercatat melambat dari 7,4 persen pada Agustus 2019 menjadi 7 persen pada September.
"Melambatnya pertumbuhan uang kuasi dipengaruhi oleh pertumbuhan simpanan berjangka dan giro valuta asing (valas) yang lambat," ujar Direktur Eksekutif-Kepala Departemen Onny Widjanarko, Kamis (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data BI mengungkap perlambatan M2 disebabkan oleh aktiva luar negeri bersih serta aktiva dalam negeri bersih yang juga melambat. Tercatat, aktiva luar negeri bersih melambat dari 2,9 persen pada Agustus 2019 menjadi 2,7 persen pada September 2019.
Perlambatan aktiva dalam negeri disebabkan pertumbuhan penyaluran kredit yang lebih rendah dari 8,7 persen pada Agustus 2019 menjadi 8 persen pada September 2019.
[Gambas:Video CNN] (antara/age)