Dikutip dari Antara, platform dagang perikanan via daring (online) Aruna menyebut telah kebanjiran permintaan dari Korea Selatan (Korsel) karena dampak perang dagang tersebut. Aruna menyebut produk yang paling banyak dicari adalah kepiting dan lobster.
Selain Korea Selatan, Aruna juga mendapat permintaan dari China dan beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hong Kong Resesi Gara-gara Demo Rusuh |
"Kapal asing kan tidak boleh lagi melaut, nah itu juga berpengaruh sekali terhadap permintaan di Aruna, karena banyak negara yang kekurangan pasokan," ujar Farid.
Aruna saat ini telah merangkul 5 ribu nelayan untuk ikut memasok kebutuhan produk perikanan di 15 titik wilayah Indonesia seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Aceh, dan Sulawesi Tengah.
Target tersebut juga didukung dengan menerjunkan 20 local heroes atau tim yang turun langsung untuk menjaga kualitas produk perikanan dan melakukan seleksi produk. Bahkan Farid mengatakan akan menambah jumlah tim tersebut menjadi 30.
"Karena ini kan produk ekspor, jadi harus memenuhi beberapa kriteria yang seleksinya dilakukan oleh local heroes," pungkas Farid.
[Gambas:Video CNN] (hns/age)