"Untuk subsidi tol laut tahun 2020 itu Rp436 miliar, atau naik dari tahun ini dengan penyesuaian dan sebagainya hampir 300 miliar," ujarnya dalam diskusi, dikutip dari Antara, Jumat (1/11).
Ia merinci trayek tol laut mencapai 19 pada tahun ini. Jumlahnya bertambah menjadi 23 trayek pada 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan program tol laut masih dibutuhkan, terutama untuk wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) yang tidak bisa mengandalkan kapal komersial. Sebab, harganya diperkirakan tinggi.
"Komersial kan harganya berdasarkan pasar, pasti akan mahal. Nah, tol laut ini bisa kirim lebih murah," imbuh dia.
"Bukan berarti tidak ada dampaknya. Sebetulnya, itu ada pada shipper, jasa pengurusan. Kemudian, consignee (importir) dan perusahaan pelayaran menjadi komponen yang sama-sama harus kita awasi," katanya.
Saat ini, ia menyebut tingkat keterisian angkutan berangkat mencapai 75 persen. Namun, angkutan balik masih kurang dari 20 persen. Salah satunya, ia mensinyalir disebabkan industri di wilayah belum dikembangkan dengan baik.
[Gambas:Video CNN] (antara/bir)