Ia menilai saat ini tepat untuk negara kawasan memperkuat rasa saling percaya dan solid dalam menghadapi bencana, termasuk menguatkan ketahanan pangan.
"Ancaman resesi ekonomi menghantui negara di kawasan. Situasi ini diperparah dengan meningkatnya proteksionisme dan ketidakpastian penyelesaian perang dagang," ujarnya dalam KTT-22 ASEAN Plus Three (APT) di Bangkok, Thailand, dilansir Antara, Senin (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, soliditas dibutuhkan dalam menghadapi bencana, mengingat kawasan Asia Timur menghadapi tantangan yang sama, yaitu rentan terhadap bencana alam. Tengoklah, kerugian akibat bencana di kawasan pada 2016 lalu tembus US$91 miliar.
"Dalam hal ini saya tegaskan kembali, pentingnya bersinergi memperkuat ketahanan finansial menghadapi bencana, termasuk dengan mengembangkan pembiayaan dan asuransi untuk risiko bencana," terang Jokowi.
"Saya mengajak semua negara APT untuk berkontribusi dalam mengembangkan dan memperkuat mekanisme ini," tandasnya.
KTT APT dihadiri oleh pemimpin negara-negara ASEAN, termasuk Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, dan Perdana Menteri China Li Keqiang.
[Gambas:Video CNN] (antara/bir)