Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.002 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi Jumat, yakni Rp14.066 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea menguat 0,54 persen, lira Turki menguat 0,25 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,24 persen. Selanjutnya, rupee India menguat 0,14 persen, peso Filipina menguat 0,10 persen, yuan China menguat 0,07 persen, serta dolar Singapura menguat 0,04 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sentimen positif karena harapan penandatanganan perjanjian dagang fase 1 AS dan China di bulan November mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/11).
Namun, penguatan tersebut tertahan kenaikan tingkat imbal hasil obligasi jangka waktu pinjaman AS selama 10 tahun. "Itu membuat rupiah kembali tertahan di atas level Rp14.000 terhadap dolar AS," pungkasnya.[Gambas:Video CNN] (ara/agt)