Uni Emirat Arab Temukan Sumber Minyak dan Gas Baru

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 01:51 WIB
Uni Emirat Arab Temukan Sumber Minyak dan Gas Baru Ilustrasi kilang minyak. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria).
Jakarta, CNN Indonesia -- Uni Emirat Arab, produsen terbesar dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), mengumumkan pada Senin (5/11), telah menemukan sumber minyak dan gas 'signifikan' dan telah meluncurkan mekanisme harga baru buat minyak mentah premium, Murban.

Badan pengatur tertinggi terkait minyak dan gas di Abu Dhabi, Supreme Petroleum Council (SPC), mengatakan, sumber baru itu meliputi tujuh miliar barel minyak mentah dan 58 triliun Kaki Kubik gas alam.

Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) menyatakan itu berarti Uni Emirat Arab kini punya cadangan 105 miliar barel dan melampaui Kuwait sebagai negara keenam dengan cadangan minyak terbesar di dunia.


ADNOC juga menyatakan gas alam Uni Emirat Arab melonjak menjadi 273 triliun Kaki Kubik. Sebagai tambahan telah ditemukan juga 160 triliun Kaki Kubik gas alam lainnya.

Selama ini Uni Emirat Arab menghasilkan tiga juta bareal minyak mentah per hari dan sekitar 10,5 miliar Kaki Kubik gas alam.

"Kami sangat senang dan terhormat membuat Uni Emirat Arab bergerak dari tujuh ke negara keenam dalam cadangan minyak dan gas di kedua rangking global," ujar CEO ADNOC Sultan al-Jaber, seperti dilansir dari AFP.

SPC juga menyetujui minyak mentah Murban didaftarkan menjadi alat perdagangan yang diakui internasional dengan tujuan mendorong posisi Uni Emirat Arab sebagai penyedia energi, khususnya untuk pasar Asia yang tumbuh cepat.

"Inisiatif ini akan membuat konsumen kami dan juga pelaku pasar lain menentukan harga lebih baik, mengelola dan memperdagangkan pembelian Murban mereka," kata Jaber.

Pada tahun lalu ADNOC memberikan hak konsesi pada ladang minyak yang ada dan baru dan mengalokasikan sekitar US$132 miliar untuk investasi di sektor minyak selama lima tahun ke depan.

ADNOC berencana meningkatkan kapasitas produksi minyak mentah menjadi empat juta barel per hari pada 2020 dan menjadi lima juta barel per hari pada satu dekade kemudian. (fea)