Mengutip Antara, Selasa (5/11), minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) menguat US$0,34 atau 0,6 persen ke level US$56,54 per barel dan Brent naik US$0,44 atau 0,7 persen jadi US$62,13 per barel.
Angka pertumbuhan lapangan kerja AS dilaporkan membaik pada Oktober 2019. Analis menyatakan realisasi itu mengurangi kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua belah pihak (AS dan China) berbicara banyak tentang kesepakatan perdagangan," kata John Kilduff selaku mitra di Again Capital LLC, dikutip Selasa (5/11).
Selain itu, pemangkasan suku bunga acuan bank sentral AS The Federal Reserves (The Fed) dan pelemahan dolar AS juga menambah angin segar untuk harga minyak. Pasalnya, harga minyak yang dijual menggunakan dolar AS akan melonjak ketika mata uang Negeri Paman Sam itu terkoreksi.
"Pelonggaran kebijakan moneter, bersama dengan peluang yang meningkat dari kesepakatan perdagangan AS dab China mendorong pasar minyak. Harapan peningkatan permintaan telah mengangkat harga," kata Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures Phillip Streible.
[Gambas:Video CNN] (sfr/aud)