Kepala BPS Suhariyanto mengatakan perlambatan itu terjadi lantaran tidak ada momen Ramadan dan liburan anak sekolah seperti kuartal II 2019. Dengan demikian, masyarakat sedikit mengerem belanjanya tiga bulan terakhir.
"Konsumsi rumah tangga lebih lambat dibandingkan dengan kuartal II yang sebesar 5,17 persen karena ada Ramadan, Lebaran, dan liburan," ucap Suhariyanto, Selasa (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Realisasi tersebut jauh melambat dibandingkan dengan kuartal II 2019 yang mencapai 8,25 persen dan kuartal III 2018 sebesar 6,27 persen. Suhariyanto menjabarkan konsumsi kolektif naik 1,58 persen pada kuartal III 2019, melambat dari kuartal II 2019 yang sebesar 12,88 persen dan kuartal III 2018 sebesar 5,13 persen.
"Realisasi belanja barang dan jasa serta belanja bantuan sosial turun dibandingkan kuartal III 2018," ucap Suhariyanto.
Menurutnya, penurunan bantuan sosial untuk konsumsi individu disebabkan oleh penurunan belanja penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan sosial. Kemudian, realisasi belanja barang dan jasa turun sejalan dengan berkurangnya belanja nonoperasional dan belanja jasa.
Sebagai catatan, ekonomi Indonesia pada kuartal III 2019 tercatat naik 5,02 persen atau melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebesar 5,05 dan kuarta III tahun lalu sebesar 5,17 persen.
[Gambas:Video CNN] (ulf/agt)