Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.031 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Senin, yakni Rp14.002 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Tercatat, ringgit Malaysia dan China sama-sama menguat sebesar 0,39 persen, dolar Singapura dan won Korea juga menguat sebesar 0,15 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah disebabkan oleh kemajuan kesepakatan dagang antara AS dan China.
"Dalam beberapa hari terakhir, Beijing (China) dan Washington (AS) telah memberikan tanda-tanda kemajuan yang menggembirakan dalam pembicaraan perdagangan," kata Ibrahim saat diwawancarai CNNIndonesia.com, Selasa (5/11).
Kedua negara pun telah menaikkan tarif barang satu sama lain dalam perang dagang yang telah berlangsung selama 16 bulan.
Di sisi domestik, Ibrahim mengatakan pelaku pasar masih merespons positif rilis data ekonomi kuartal III 2019. Padahal, data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2019 hanya mencapai 5,02 persen.
"Pelaku pasar mengapresiasi fakta bahwa perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh di atas 5 persen," ungkap Ibrahim.
Lebih lanjut, Ibrahim berpendapat dalam transaksi besok rupiah masih akan menguat di kisaran Rp13.950 hingga Rp14.010.
[Gambas:Video CNN] (ara/age)