Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan teknologi QR Code bisa mempermudah masyarakat dalam beramat dan bisa mendorong ekonomi syariah di Indonesia.
"Ini sebenarnya lanjutan dari perencanaan jangka panjang. Kita memang sudah lama sekali ingin menggerakkan elektronifikasi rumah ibadah karena itu memudahkan cash management," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan kita perluas sehingga nanti ke depan kita bisa memperluas basis dari orang yang mau beramal," ujarnya.
Difi berharap gerakan yang dimulai dari Jawa Timur ini bisa diikuti oleh seluruh wilayah di Indonesia.
"Harapan saya nantinya juga ada publikasi rumah ibadah seperti brosur yang serta dicantumkan QR Code sehingga orang kalau mau menyumbang tidak perlu datang karena bisa dilakukan di mana pun," ujarnya.
Terdapat sebanyak 14 bank yang turut terlibat dalam program ini di antaranya yaitu BCA, BNI, Mandiri, BRI, BTN, BPD Jatim, Mandiri Syariah, BRI Syariah, CIMB Niaga, Sinarmas, Maybank, Bank Bukopin, BPD Jatim Syariah, dan BNI Syariah.
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia juga mengatakan Jawa Timur akan selalu siap menjadi wilayah percontohan dan uji coba terkait berbagai inovasi keuangan.
Manajer MURI Ridha Al-Amin menuturkan melalui gerakan elektronifikasi atau pemasangan QRIS di seribu rumah ibadah ini Bank Indonesia dan perbankan di Jawa Timur mendapat penghargaan MURI.
"Kami berikan MURI bahkan ini bukan hanya rekor Indonesia tapi masuk dalam rekor dunia" ujar Ridha. (antara/vws)