Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Untuk won Korea melemah sebesar 0,20 persen, ringgit Malaysia 0,11 persen, dan dolar Singapura 0,07 persen.
Sementara itu, baht Thailand melemah 0,03 persen, dolar Hong Kong 0,02 persen, serta lira Turki sebesar 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih belum jelasnya isi perjanjian menimbulkan beragam ekspektasi di pasar," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com Senin (11/11).
Sebagai informasi, akhir pekan lalu Presiden AS Donald Trump membalas pernyataan Kementerian Perdagangan China dengan menyatakan belum ada kesepakatan yang disetujui AS mengenai penghapusan tarif impor.
[Gambas:Video CNN]
Ariston mengatakan pernyataan tersebut membuka spekulasi pasar bahwa negosiasi dagang akan berjalan lama dan tidak mulus.
"Ini bisa memicu pelemahan rupiah terhadap dolar AS, apalagi ditambah dengan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang sedang menguat," ungkap Ariston.
Lebih lanjut, Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak lemah di kisaran Rp13.980-Rp14.050 per dolar AS pada hari ini.
(ara/agt)
"Ini bisa memicu pelemahan rupiah terhadap dolar AS, apalagi ditambah dengan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang sedang menguat," ungkap Ariston.
Lebih lanjut, Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak lemah di kisaran Rp13.980-Rp14.050 per dolar AS pada hari ini.