Kepala Divisi Sekretaris Koperasi dan Humas PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Nadia Diposandjojo mengatakan pihaknya mengerahkan 5 unit bus Minitrans yang berkapasitas 30 orang untuk rute 10 F.
"Lima bus Minitrans dengan rute non-BRT ini disiapkan untuk integrasi antarmoda transportasi bagi warga," ujar Nadia melalui keterangannya, Jumat (25/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mampu menghemat waktu menuju Pulomas, Jakarta dan tidak perlu repot untuk naik-turun kendaraan. "Kalau sekarang, naik ini, nyambung naik LRT Jakarta, turun di Pulomas. Bedanya bisa 15-20 menit," katanya.
Gunakan Bus Listrik Buatan Eropa
Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono memastikan akan menggunakan bus listrik buatan Eropa untuk melayani warga DKI Jakarta.
TransJakarta juga akan menggandeng tiga merek bus ternama di dunia, seperti Mercedes Benz, Volvo, dan Scania dari Swedia. Selain menggandeng ketiga produsen tersebut, lanjut Agung, mobil listrik menjadi sebuah kebutuhan yang tren di masa depan.
"Bus listrik memang bentuk tren masa depan dunia," ujar Agung.
Bagaimanapun, bus besutan Eropa tersebut akan melalui uji standar layak pakai. "Syarat standar layak pakai operasional TransJakarta adalah ketahanan baterai dalam menjalankan bus listrik," pungkas Agung.