Ia menyatakan penyaluran KUR di sektor produksi sebesar 50 persen dari realisasi, sedangkan 50 persen sisanya disalurkan ke sektor non produksi. Ini artinya, penyaluran ke masing-masing sektor sekitar Rp57,9 triliun.
Ia merinci penyaluran KUR jenis mikro per September 2019 sebesar Rp71,42 triliun, kecil atau khusus sebesar Rp43,88 triliun, dan penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) sebesar Rp659 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manfaat KUR juga sangat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan skala ekonomi usahanya," terang Airlangga.
Dari sisi rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL), Airlangga bilang berada di kisaran 1,23 persen untuk periode Januari hingga September 2019. Angkanya bisa dibilang stabil dibandingkan dengan posisi Agustus 2019 yang sebesar 1,3 persen.
[Gambas:Video CNN]
Ia menambahkan suku bunga KUR tahun depan turun dari 7 persen menjadi 6 persen. Hal ini dilakukan guna menarik lebih banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengajukan kredit.
"Rapat koordinasi soal perubahan kebijakan KUR, telah disepakati KUR yang akan didorong ke depan adalah KUR yang pro kerakyatan. Januari 2020 suku bunga turun menjadi 6 persen," katanya.
Selain itu, pemerintah juga menaikkan target penyaluran KUR menjadi Rp190 triliun atau naik 35,71 persen dari target tahun ini.