Jokowi mengatakan dalam peringatannya dua lembaga tersebut mengatakan ekonomi ekonomi ke depan, terutama 2020 akan lebih sulit. Pasalnya, ekonomi pada 2020 nanti akan mengarah ke resesi.
"Beliau (IMF dan Bank Dunia) bilang hati-hati, tahun depan akan lebih sulit karena menuju resesi. Saya ingatkan pertumbuhan dunia yang melambat juga bisa berdampak ke semua negara. Artinya ada tantangan eksternal yang kita hadapi," katanya, Rabu (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Erick Thohir Ajak Ahok Urus BUMN |
"Kalau ada investasi datang ke sebuah daerah, bukan urusannya gubernur, bupati, walikota saja. Itu juga urusan keamanan, proses perizinan, semua harus berikan dukungan, Polri, TNI sehingga investasi itu muncul ke daerah dan bisa terealisasi," katanya.
Ia mengatakan, dari 33 perusahaan tersebut tidak ada satu pun yang melirik Indonesia untuk dijadikan tempat pelarian investasi mereka. Mereka lari ke Vietnam, India, Malaysia dan Thailand.
Jokowi mengaku heran dengan langkah ke-33 perusahaan tersebut. Pasalnya, sebagai sebuah bangsa Indonesia memiliki banyak sumber menarik bagi investor, seperti SDM dan sumber daya alam yang melimpah.
"Tapi kok pindahnya ke negara lain, ini tanda tanya. Kita harus mau koreksi karena masalahnya di perizinan yang ruwet termasuk di pusat dan daerah. Ini pekerjaan besar untuk diselesaikan," katanya.