Perry mengatakan Indonesia punya peluang mendorong pertumbuhan dari ekonomi syariah karena ada banyak saluran pertumbuhan ekonomi dari sektor tersebut. Misalnya, dari sektor keuangan melalui bank, perusahaan asuransi syariah, hingga berbagai produk keuangan syariah.
Selain itu, sumber lainnya juga berasal dari ekonomi riil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti industri produk halal, pondok pesantren, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pariwisata halal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di setiap tubuh muslimah, ada 32 items yang seharusnya tersertifikasi halal, ini potensi bagi UMKM dan segmen tersebut. Kami yakin pengembangan ekonomi syariah tidak hanya meningkatkan inklusi, tapi juga mendorong ekonomi nasional di tengah melambatnya ekonomi di dunia," terangnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan ekonomi syariah bisa menjadi arus baru bagi perekonomian nasional ke depan. Syaratnya, Indonesia mampu mengembangkan berbagai instrumen produk keuangan, produk halal, kurikulum ekonomi syariah, riset dan edukasi hingga kampanye pola hidup halal.
Sebagai informasi, selama lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia terjebak di kisaran 5 persen. Pada kuartal III 2019 lalu, ekonomi cuma tumbuh 5,02 persen atau melambat dibanding periode yang sama tahun lalu, 5,17 persen.
[Gambas:Video CNN] (uli/sfr)