Harga Emas Antam Berkilau ke Rp746 Ribu per Gram

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 10:03 WIB
Harga Emas Antam Berkilau ke Rp746 Ribu per Gram Ilustrasi emas Antam. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp746 ribu per gram pada Kamis (14/11) atau naik Rp3.000 dari Rp743 ribu per gram pada Rabu (13/11). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) naik Rp3.500 per gram dari Rp658.500 menjadi Rp662 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp397,5 ribu, 2 gram Rp1,44 juta, 3 gram Rp2,14 juta, 5 gram Rp3,55 juta, 10 gram Rp7,03 juta, 25 gram Rp17,48 juta, dan 50 gram Rp34,88 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp69,47juta, 250 gram Rp174 juta, 500 gram Rp347,8 juta, dan 1 kilogram Rp701,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP akan dikenakan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.462,7 per troy ons atau melemah 0,04 persen. Begitu pula dengan harga emas di perdagangan spot turun 0,1 persen ke US$1.462,05 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas di pasar internasional akan bergerak di kisaran US$1.457 sampai US$1.477 per troy ons dengan kecenderungan menguat pada hari ini.

Pergerakan harga emas meningkat seiring dengan munculnya kekhawatiran akan sulitnya tercapai kesepakatan damai dari perang dagang Amerika Serikat dan China. Ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang tidak akan bersepakat dengan China bila isi kesepakatan tidak benar-benar menguntungkan AS.

"Tapi pasar masih menunggu mover baru untuk bisa mendorong harga emas lebih tinggi lagi," tutur Ariston kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/11).

Menurutnya, harga emas bisa meningkat lagi bila Trump kembali mengeluarkan celoteh tentang kelanjutan negosiasi dagang dengan China.

Selain itu, harga emas bisa kian berkilau bila ditambah dengan buruknya data ekonomi AS yang akan dirilis dalam beberapa waktu ke depan.

"Malam ini ada data indeks harga produsen AS yang akan dirilis dan testimoni Gubernur Bank Sentral AS (Jerome Powell) di kongres," katanya.

[Gambas:Video CNN]


(uli/bir)