Moeldoko menyebut proyek itu resmi berjalan usai Direktur Utama PT PLTG Celukan Bawang, Hendrianto dan Presiden Direktur SEC Yi Xiaorong menandatangani kerja sama investasi serta engineering, procurement and construction contractor.
"Tadi dilakukan MoU antara PT PLTG Celukan Bawang dengan Shanghai Electric Group Corp. Itu nilai investasinya sekitar 1,3 miliar US dolar," kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah ini salah satu solusinya, makannya pakai PLTG," ujarnya.
"Mereka sudah mengelola di beberapa negara, semua sangat paham betapa Shanghai Electric cukup teruji. Tetapi kita juga menginginkan membangun di Indonesia harus yang terbaik," tuturnya.
Sementara Direktur Utama PT PLTG Celukan Bawang Hendriyanto mengatakan proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 50 hektare. Pembangunan akan dimulai pada Sementara I tahun depan.
"Proyek ini diprediksi selesai tiga tahun kemudian. Harapan kami, masyarakat Bali tak akan pernah lagi khawatir listrik mereka mati tiba-tiba," kata Hendriyanto.
Hendriyanto mengklaim pembangunan proyek ini akan menyerap banyak tenaga kerja. Ia menyatakan PT PLTG berkomitmen untuk lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam membangun PLTG yang diproyeksi bisa menghasilkan listrik sebesar 350 MW x 2. (fra/ayp)