Kepala Badan Otoritas Labuan Bajo dan Flores Shana Fatina menuturkan pengembangan kawasan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas terkendala dari sisi infrastruktur.
"Pada 2020 betul-betul luar biasa dukungan dari Menteri Keuangan, anggaran kami jauh lebih besar dan jauh lebih banyak sekitar Rp1,7 triliun untuk pembangunan Labuan Bajo, Flores. Dampaknya pasti akan lebih besar lagi," ujarnya, Jumat (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, pemerintah akan mengusung konsep wisata tematik seperti bulan madu, motor gede (moge), dan wisata religi. Tujuannya, untuk menarik wisatawan kembali mengunjungi Labuan Bajo usai kedatangan pertama.
"Konsep ini yang sedang kami kembangkan dan rencananya akan kami perkenalkan tahun depan," paparnya.
Dari sisi atraksi, ia menyebut beberapa langkah pengembangan meliputi Integrated Tourism Masterplan (ITMP) wisata bahari berkelas dunia, pengembangan kawasan dan infrastruktur dasar di lahan otorita, penguatan narasi dan konten pariwisata kearifan lokal, dan percepatan pengembangan desa wisata.
Sedangkan dari segi aksesibilitas ia bilang pemerintah akan mempercepat pembangunan Bandara Komodo menjadi bandara internasional.
Berikutnya, pemerintah juga akan mempercepat pembangunan jalan strategis nasional lintas utara, dan pemindahan pelabuhan peti kemas.
[Gambas:Video CNN]
Dari sisi amenitas, sambungnya, pemerintah akan mengelola toko oleh-oleh nusantara di kawasan Puncak Waringin serta memanfaatkan endorsement lewat publik figur asing. Tujuannya untuk memasarkan konsep konservasi Labuan Bajo di ranah global.
Namun demikian, ia mengaku pihaknya belum menentukan publik figur tersebut. Sejauh ini, publik figur yang akan dipilih diharapkan juga aktif sebagai pemerhati lingkungan.
"Mungkin seperti Leonardo DiCaprio mungkin model-model seperti itu, tapi nanti kami lihat lagi," paparnya.