Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Indonesia memiliki dua masalah yang umum terjadi, yaitu pemerataan ketersediaan air dan penurunan kualitas air.
"Ketersediaan air Indonesia di atas kertas tampak oke, namun bila dilihat lebih detail ke masing-masing daerah sebenarnya ketersediaannya tidak merata antara suatu daerah dengan daerah lain," ujar Basuki dalam acara bertajuk Stakeholders Consultation Meeting untuk The 2nd AIWW Meeting, Jakarta, Senin (11/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain isu pemerataan air, ada juga isu penurunan kualitas air. Pencemaran air meningkat terutama dari limbah domestik dan industri--domestic and industrial waste. Hal ini menyebabkan kerusakan serius dari sungai," ujarnya.
Acara yang rencananya dilangsungkan di Pulau Dewata itu diharapkan dapat merumuskan solusi-solusi praktis yang dapat diterapkan langsung di lapangan.
"Kita harus bekerja sama untuk membuat rencana aksi ke depan untuk mengatasi masalah-masalah air di Asia. Saya yakin, kolaborasi yang tengah dibangun ini akan membentuk sinergi pengelolaan air di Asia," ujar Basuki.
Sekadar informasi, The 2nd AIWW direncanakan berlangsung di Bali pada akhir 2020. The 2nd AIWW Kick-off Meeting dan The 3rd General Assembly Meeting telah menentukan enam tema besar, yaitu:
1. Water Security and Sustainable Growth
2. Building a Plan for IWRM/SWM Pilot Project and Capacity Building
3. Water Management Policy and Technology Responding to Climate Change
4. Interactions among the Water, Energy, Food, and Ecosystems Interlinkage
5. Water Security addressing local, regional, and global challenges
6. Asia Dynamic Hub for Water - The power of knowledge and information (fef)