"Sejumlah indikator konsumsi masyarakat mulai menunjukkan perlambatan konsumsi yang sangat signifikan," ujar Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal dalam seminar Economic Outlook di Jakarta, Rabu (20/11).
Pelemahan konsumsi sudah dari perlambatan pertumbuhan indeks penjualan riil. Bank Indonesia (BI) mencatat indeks penjualan riil pada kuartal III 2019 hanya tumbuh 1,4 persen. Padahal, pada kuartal I dan II, laju masing-masing masih 9,4 persen dan 4,2 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen untuk pelanggan kategori bukan penerima bantuan iuran juga akan meningkatkan pengeluaran untuk pelayanan kesehatan bagi 41 persen dari total pelanggan BPJS.
Tak hanya itu, kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen pada Januari 2020 mendatang juga akan berkontribusi secara signifikan terhadap inflasi pangan bergejolak. Sesuai proyeksi pemerintah, kenaikan cukai rokok berpotensi meningkatkan harga eceran rokok hingga 35 persen.
[Gambas:Video CNN]
Faisal mengingatkan, berdasarkan data 2016, jumlah perokok di Indonesia mencapai 34 persen dari total penduduk Indonesia.
"Apalagi, bagi masyarakat berpendapatan bawah, rokok adalah salah satu barang yang paling banyak dikonsumsi setelah beras," ujarnya.