Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Inalum Ogi Prasto Miyono mengatakan perjanjian jual beli saham antar kedua perusahaan diharapkan rampung pada Juni 2020. "Kami anggarkan US$500 juta. Mungkin paling lambat Juni tahun depan," ujarnya, Jumat (22/11) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:PBB dan IMF Peringatkan Jokowi soal Tambang |
Sebagai informasi saham Vale saat ini digenggam VCL sebesar 58,73 persen, SMM sebesar 20,09 persen dan publik sebesar 20,49 persen. Sementara itu, divestasi 20 persen saham Vale Indonesia merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya (KK) pada 2014 antara perusahaan dan pemerintah.
[Gambas:Video CNN]
Divestasi harus dilaksanakan lima tahun setelah amandemen tersebut. Pemerintah telah menunjuk Inalum sebagai Holding Industri Pertambangan yang saat ini telah memiliki identitas baru sebagai MIND ID.
Langkah ini sesuai dengan mandat Inalum atau MIND ID untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan mendorong hilirisasi industri pertambangan nasional. (fey/bir)