"Selamat dan sukses atas terpilihnya Bapak Ir Basuki Tjahaja Purnama MM, selaku Komisaris Utama Pertamina," demikian tulis pengirim bunga, Petrus Tjokro beserta keluarganya.
Tak berselang lama, usai RUPS di Kementerian BUMN, Ahok tiba di kantor barunya di Gedung Perwira 4 di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Ia tiba didampingi ajudannya dan turun dari mobil hitam berpelat B 1171 BH.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu karangan bunga menyambut Ahok di hari pertamanya sebagai Komisaris Utama Pertamina. (CNN Indonesia/Aria Ananda). |
Ahok memang kontroversial. Beritanya selalu mengundang pro dan kontra. Sebagian masyarakat menolak lantaran karakter dan sikapnya dinilai keras dan kurang santun. Sebagian lain mendukungnya karena dianggap membawa perubahan pada era kepemimpinannya sebagai gubernur DKI Jakarta.
Tak berselang lama, Ahok keluar dari gedung. Ia mengaku bertemu dengan eks komisaris utama Pertamina, Tanri Abeng. "Saya diajak (bicara dengan) pak Tanri Abeng. Saya kan sama anaknya Tanri Abeng dulu sama-sama di DPR. Saya punya hubungan baik, beliau ngajarin saya lah. Dia kan guru hebat," tutur mantan bupati Belitung Timur.
Selain berbincang, Ahok mengatakan Tanri telah memberikan berkas yang nantinya akan ia pelajari lebih lanjut terkait pengelolaan bisnis Pertamina. "Dia kasih saya berkas, (untuk) saya pelajari," jelasnya.
Namun, Ahok enggan membicarakan perasaannya setelah secara resmi menjabat Komisaris Utama Pertamina. Tanpa bicara sepatah kata, Ahok terburu-buru masuk ke dalam mobilnya, dan melambaikan tangan.
[Gambas:Video CNN] (ara/bir)
Satu karangan bunga menyambut Ahok di hari pertamanya sebagai Komisaris Utama Pertamina. (CNN Indonesia/Aria Ananda).