Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.081 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Senin (25/11), yakni Rp14.091 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, peso Filipina melemah 0,19 persen, ringgit Malaysia 0,16 persen, dan lira Turki melemah 0,15 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan nilai rupiah disebabkan oleh kekhawatiran pasar atas negosiasi dagang antara AS dan China.
Ibrahim mengatakan kondisi kepastian dagang masih dipertanyakan ketika negosiator utama perdagangan China Liu He telah berbicara dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Selasa (26/11) pagi.
"Kedua belah pihak masih membahas penyelesaian masalah-masalah inti yang menjadi perhatian bersama. Mencapai konsensus, tentang bagaimana menyelesaikan masalah terkait kesepakatan untuk tetap berhubungan dalam perjanjian fase satu," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/11).
Sementara dari sisi domestik, Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah kini masih dapat ditahan oleh prospek laju ekonomi Indonesia yang ia sebut stabil.
"Hal ini didukung oleh penyangga keuangan yang memadai, dan masih terbuka-nya ruang kebijakan untuk menopang permintaan domestik. Ini ditunjukan dari rasio total hutang terhadap PDB yang masih dibawah ambang batas" ungkapnya.
Lebih lanjut, Ibrahim berpendapat dalam perdagangan Rabu (27/11) besok, rupiah kemungkinan masih akan melemah tipis di kisaran Rp14.055 hingga Rp14.112 per dolar AS.
[Gambas:Video CNN] (ara/age)