"Sampai saat ini belum ada (pemanggilan dan pembahasan)," ucap Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Selasa (26/11).
Ia juga menyatakan belum melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait harga jual avtur Pertamina. Menurutnya, hal tersebut akan dikoordinasikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir setelah sampai di Indonesia pada 29 November 2019.
"Pak Menteri (Erick) masih di Korea Selatan. Setelah turun baru bisa ngomong," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tentukan 7 titik sebagai standar, katakanlah Bali, Kupang, Makassar, Jayapura dan Palembang. Itu harganya kita tetapkan sehingga tidak terlalu tinggi. Pesawat-pesawat bisa gunakan avtur yg ada di titik tersebut," ujar Budi.
Sementara, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan harga avtur yang diberikan oleh perusahaan sejatinya sudah cukup kompetitif bagi pasar domestik. Sebab, harga avtur dipatok berdasarkan formula dari pemerintah.
[Gambas:Video CNN] (aud/age)