Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.096 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Selasa (26/11), yakni Rp14.081 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, dolar Singapura melemah 0,15 persen, yen Jepang 0,12 persen, dan won Korea 0,10 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen kesepakatan dagang antara AS dan China yang belum memberikan kejelasan.
Diketahui, Kementerian Perdagangan China mengatakan pada hari Selasa (25/11) bahwa kedua negara melakukan pertemuan untuk mencapai konsensus tentang penyelesaian masalah kesepakatan. tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Padahal, sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pernah mengatakan bahwa Washington dan Beijing berada dalam tahap pergolakan akhir dari sebuah perjanjian yang sangat penting. Namun di satu sisi, Trump juga menegaskan kembali dukungan Washington bagi para pengunjuk rasa di Hong Kong, yang memberikan respon negatif dari pihak China.
"Ketidakpastian ini yang menekan beberapa kurs akibat kekhawatiran pasar, termasuk rupiah," ungkapnya.
Ibrahim mengatakan dari sisi domestik, membaiknya data ekonomi dalam negeri pun tidak bisa menahan pelemahan mata uang rupiah akibat masih belum adanya kejelasan kesepakatan dagang.
Lebih lanjut, Ibrahim berpendapat dalam perdagangan besok Kamis (28/11), rupiah masih akan melemah di kisaran Rp14.080 hingga Rp14.115 per dolar AS.
[Gambas:Video CNN] (ara/age)