"Kami sekarang bekerja dengan batasan kuota (subsidi bio solar) 16 juta KL di tahun ini, untuk kelangkaan di beberapa daerah dapat kami antisipasi. Dengan demikian ini angka yang akan kami jadikan dasar penyaluran bio solar di 2019," kata Nicke saat rapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (28/11).
Terkait kelangkaan solar subsidi belum lama ini, Nicke memaparkan penyebab kelangkaan yakni adanya tren peningkatan permintaan bio solar di beberapa daerah, khususnya daerah yang mengalami peningkatan di bidang industri pertambangan, industri perkebunan, dan beberapa industri lainnya yang membutuhkan bio solar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain solar, Nicke juga menjelaskan bahwa konsumsi premium pada 2019 juga akan melebihi dari kuota yang diberikan.
"Ada regulasi yang dikeluarkan pada 28 Mei 2018 dimana pemerintah beri tugas tambahan untuk penyaluran premium di Jamali. Mulai 28 Mei Pertamina harus tambah pasokan premium di 571 SPBU. Dengan demikian, demand meningkat," ungkap Nicke.Nicke selanjutnya menyebut prognosa premium pada 2019 berjumlah lebih tinggi, yakni 12 juta KL, dari kuota yg diberikan yaitu 11 juta KL pada tahun ini.
[Gambas:Video CNN] (ara/age)