Sesuai target kontrak, jalan akses Pelabuhan Patimban akan rampung pada April 2020. Infrastruktur jalan dinilai krusial untuk menunjang Pelabuhan Patimbang yang dibidik menjadi pelabuhan internasional terbesar di Indonesia, setelah Pelabuhan Tanjung Priok.
"Untuk itu, saya minta agar ditambah sumber dayanya, baik peralatan dan pekerja. Shift (jam) kerja juga harus ditambah agar bisa selesai tepat waktu," ujarnya saat meninjau lokasi pembangunan jalan akses penghubung Pantura Jawa dengan Pelabuhan Patimban di Subang, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (29/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, konsultan supervisi dilakukan oleh Katahira & Engineer International bekerja sama dengan Nippon Engineering Consultant, serta PT Perentjana Djaja, PT Sarana Multi Daya, PT Parama Karya Mandiri, PT Mekaro Daya Mandiri, dan PT Maratama Cipta Mandiri senilai Rp63,51 miliar.
Jalan akses Pelabuhan Patimban dibangun dengan tiga metode konstruksi yang sebagian besar elevated (jalan layang). Hal ini dikarenakan kondisi tanah di sekitar lokasi berupa persawahan dengan kontur tanah yang lunak. Ketiga konstruksi dibangun terdiri dari pile slab sepanjang 5,9 Km, flyover sepanjang 1,6 Km, dan flexible pavement 0,7 Km.
Kementerian PUPR mempersiapkan pembangunan jalan tol penghubung Pelabuhan Patimban dengan Jalan Tol Cikopi-Palimanan (Cipali) sepanjang 29,8 Km dari eksisting Subang. Pemrakarsa akses tol, yakni PT Jasa Marga, PT Surya Semesta Internusa, PT Daya Mulia Turangga, dan PT Jasa Sarana dengan nilai investasi sekitar Rp6,35 triliun.
Progres pembangunan jalan tol ini telah memasuki finalisasi dokumen studi kelayakan, basic design, row plan, Amdal, serta dokumen perencanaan pengadaan tanah dari pemrakarsa ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk persiapan proses lelang.
Selanjutnya pemrakarsa melakukan Feasibility Study (FS) yang direncanakan mulai Januari 2020. Konstruksi ditargetkan mulai dibangun pada 2021 dan selesai pada 2024.
[Gambas:Video CNN] (bir)