Indonesia, lanjutnya, juga diuntungkan lantaran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terpilih sebagai auditor eksternal IMO periode 2020-2023.
"Banyak sekali peran yang bisa kami gabungkan antara Kemenhub, Kemenlu, dan BPK sehingga kami harapkan bisa maju lebih cepat dan banyak mengetahui hal-hal yang akan menjadi kecenderungan masyarakat kemaritiman," katanya, Sabtu (30/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir, ia menuturkan Indonesia akan mengangkat isu peran perempuan di sektor maritim. Alasannya, perempuan Indonesia memiliki keterlibatan tinggi pada sektor maritim.
"Tiga hal ini unik dan Indonesia punya kepentingan di situ," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan anggota Dewan kategori C terdiri dari 20 negara diisi oleh negara yang memiliki kepentingan khusus dalam transportasi dan navigasi maritim.
Singapura menjadi negara yang menduduki peringkat pertama perolehan suara terbanyak di kategori ini. Selain itu, ada negara Malta, Malaysia, Cyprus, Bahama, Afrika Selatan, Meksiko, Chili, Belgia, Mesir, dan lainnya.
"Anggota Dewan kategori C juga cerminan dari wilayah geografis. Jadi bukan hal yang aneh kalau Indonesia ada di sana karena kita adalah negara maritim," ujarnya.
Kategori B terdiri juga dari 10 negara yang mewakili kepentingan terbesar dalam perdagangan terbesar di dunia melalui jalur maritim. Kesepuluh negara itu meliputi Australia, Jerman, Prancis, Brazil, Spanyol, India, Kanada, Uni Emirat Arab, Brazil dan Argentina. (ulf/osc)