Resmikan PLTD, Khofifah Harap Perikanan Sumenep Terdongkrak

Pemprov Jatim, CNN Indonesia | Minggu, 01/12/2019 20:25 WIB
Resmikan PLTD, Khofifah Harap Perikanan Sumenep Terdongkrak Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kepulauan Raas. (Dok. Pemprov Jatim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kepulauan Raas yang dibangun oleh PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jatim dengan kapasitas 800 Kw.

Khofifah juga meresmikan delapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ditempatkan di Kepulauan Sumenep.

Kedelapan PLTS tersebut terdiri dari PLTS Tonduk dengan kapasitas 200 kWp, PLTS Goa Goa (200 kWp), PLTS Masakambing (50 kWp), PLTS Pagerungan Kecil (50 kWp), PLTS Paliat (100 kWp), PLTS Sakala (100 kWp), PLTS Sabuntan (100 kWp), dan PLTS Saubi (150 kWp).


"Kami mengapresiasi segala upaya yang telah dilakukan PLN bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga akhirnya dapat meresmikan pembangkit listrik untuk pulau-pulau di sekitar Kabupaten Sumenep, Madura. Ini menjadi langkah untuk terus bergerak maju mewujudkan rasio elektrifikasi Jawa Timur 100 persen dan seluruh masyarakat Jawa Timur dapat menikmati listrik," ungkap Gubernur Khofifah.

Pemprov bersama Pemkab Sumenep dan PLN berkomitmen untuk meningkatkan elektrifikasi di Kepulauan Sumenep secepat mungkin. Maksimal pada 2020, 22 pulau yang belum maksimal teraliri listrik akan terlistriki semua.

"Kalau habis gelap terbitlah terang, dan terang itu artinya mau tadarus Al Quran bisa lebih lama lagi karena listriknya cukup. Mau melakukan program UMKM juga bisa lebih semangat lagi karena listriknya cukup, anak- anak belajarnya juga lebih semangat, nelayan bisa menyiapkan cold storage agar ikannya bisa tersimpan lebih lama dan seterusnya, dan lebih strategis lagi untuk persiapan rumah sakit setelah selesei dibangun nanti," ujarnya.

Menyinggung soal program elektrifikasi di seluruh Kepulauan di Jawa Timur, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa secara nasional, khususnya yang dirancang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), penerangan untuk seluruh wilayah (light for all) di Indonesia dirancang selesei pada 2024.

Sedang untuk wilayah Jatim, RPJMD menetapkan tahun 2022.

"Kita berharap bahwa di tahun 2022, seluruh wilayah Jawa Timur sudah akan teraliri listrik semua. Tetapi kita ingin melakukan percepatan. Kalau basis rumah tangga kita sebetulnya berharap tahun 2020 sudah selesai semua, terutama Kepulauan Sumenep tahun 2020 selesai," ujarnya.

"Khusus kepulauan Sumenep yang memiliki potensi ikan dan udang yang cukup besar, maka saya berharap dapat menjawab harapan Pak Presiden dan Gubernur BI pada temu BI Nasional, bahwa di saat dunia mengalami penurunan pertumbuhan, sesungguhnya yang termasuk tiga besar pertumbuhan ekonomi terbaik dunia adalah Indonesia. Potensi ikan merupakan primadona untuk menggenjot eksport Indonesia," jelasnya.

Khofifah sendiri berharap bertambahnya pasokan listrik bisa memaksimalkan sektor Maritim di bidang perikanan.

"Perikanan kita membutuhkan cold storage. Nah di daerah-daerah Kepulauan di Sumenep itu memproduksi macam-macam hasil lautnya luar biasa dan siap ekspor. Jikalau cepat teridentifikasi di titik tertentu membutuhkan cold storage dengan dan membutuhkan kapasitas energi tertentu maka PLN akan bisa support, kemudian kita komunikasikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk bisa support cold storage," jelasnya.

Hingga Oktober 2019, rasio elektrifikasi PLN untuk wilayah Jatim sudah mencapai 98,38 persen. Salah satu wilayah dengan rasio elektrifikasi yang masih cukup rendah adalah Kabupaten Sumenep, Madura.

Rasio elektrifikasi PLN Kabupaten Sumenep berada di angka 64.99 persen pada Oktober 2019.

"Persoalan inilah yang mendasari PT. PLN UID Jatim meresmikan 1 PLTD dan 8 PLTS untuk mendongkrak rasio elektrifikasi Kabupaten Sumenep," jelas Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso.

PLTS sendiri, sebut Supangkat, dipilih sebagai wujud konsistensi PLN dalam penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan. Selain itu, potensi tenaga surya di pulau-pulau sekitar Kabupaten Sumenep juga dinilai cukup bagus dan memadai.

"Selain diresmikannya PLTD Raas dan 8 PLTS pulau di Kabupaten Sumenep, pada kesempatan ini PLN juga ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar melalui bantuan PLN Peduli berupa listrik gratis untuk warga kurang mampu dan perahu listrik untuk nelayan, bantuan pelayanan kesehatan gratis melalui RSTKA dari YBM PLN UID Jawa Timur serta bantuan pasang listrik gratis melalui program One Person One Hope yang merupakan sumbangan sukarela dari para pegawai PLN."

"Total jumlah bantuannya mencapai Rp1,3 miliar. Harapannya ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya yang ada di Kabupaten Sumenep," jelasnya.



(vws)