Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan inflasi November akan terkendali sehingga bisa menjadi katalis positif terhadap indeks. Pada Oktober, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi secara bulanan (month-to-month) sebesar 0,02 persen. Sementara itu, inflasi secara tahunan (year-on-year) mencapai 3,13 persen.
"Mengawali bulan ke-12, IHSG masih terlihat akan bergerak pada zona hijau," kata William dikutip dari riset tertulis, Senin (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump telah menandatangani dua undang-undang yang mendukung para demonstran di Hong Kong. Hal ini telah memicu kemarahan China sehingga Kementerian Luar Negeri China mengecam dan mengancam akan membalas tindakan tersebut. Situasi ini diperkirakan dapat merusak harapan tercapainya kesepakatan dagang AS-China fase pertama.
"Dampak dan balasan dari China atas kebijakan AS akan menjadi perhatian pasar," paparnya.
[Gambas:Video CNN]
Dari domestik, IHSG dibayangi tekanan akibat aksi jual reksa dana yang dibubarkan oleh OJK. Terbukti beberapa saham kapitalisasi besar yang masuk dalam daftar produk tersebut mengalami tekanan jual selama sepekan.
"Bila aksi jual pembubaran reksa dana telah berakhir maka tekanan jual akan berkurang," ucapnya.
IHSG berhasil menguat pada perdagangan Jumat (29/11). Indeks ditutup di level 6.011 naik 58,77 poin atau 0,09 persen. Namun, indeks saham terpantau turun 1,45 persen dalam sepekan.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak melemah. Indeks Dow Jones turun 0,40 persen ke posisi 28.061, S&P 500 turun 0,40 persen ke level 3.140, dan Nasdaq Composite turun 0,46 persen menjadi 8.665.
Lihat juga:Jokowi Beri Tambahan Modal Rp6 T ke PTPN III |