Kepala BPH Migas M. Fashurullah Asa dalam keterangan resmi menyampaikan bahwa tujuan FGD adalah untuk mendalami pemahaman akan pasokan dan suplai gas bumi di Pulau Kalimantan, khususnya terkait pemindahan Ibu Kota Negara di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara.
Selain itu FGD juga digelar untuk menciptakan sinergi antar-lembaga dalam pembangunan infrastruktur Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, berbagai Lembaga dan pemangku kepentingan di bidang Gas Bumi direncanakan akan hadir mulai dari Anggota DPR RI, DPD RI, SKK Migas, BPH Migas, Ditjen Migas KESDM, Kementeria Perindustrian, Gubernur/Bupati/Walikota se-Kalimantan, dan Rektor PTN se-Kalimantan, Asosiasi Pengusaha Tambang dan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit, Kadin, Hipmi, Inkindo, Gapensi, Kahmi hingga Badan Usaha di bidang niaga dan atau pengangkutan gas bumi melalui pipa.
Dengan kehadiran para tokoh nasional, tokoh masyarakat, DPR dan DPD RI, Gubernur, Bupati dan akademisi, diharapkan akan didapat kesepakatan dalam pemahaman pentingnya pasokan gas bumi di Kalimantan.