Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.122 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Jumat (29/11), yakni Rp14.102 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat peso Filipina melemah 0,46 persen, baht Thailand 0,23 persen, dan yen Jepang melemah 0,17 persen, serta rupee India sebesar 0,04 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, Presiden AS Donald Trump telah menyetujui dua UU yang mendukung para pemrotes anti-pemerintah Hong Kong. Kebijakan ini diyakini makin menjauhkan kata sepakat dari perang dagang AS-China.
"RUU ini lebih simbolis dan memiliki implikasi praktis yang terbatas. Tapi China telah berjanji untuk mengambil tindakan keras sebagai pembalasan, meskipun belum mengumumkan tindakan spesifik apa pun," kata Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/12).
Pembicaraan perdagangan AS-China masih menjadi fokus pasar. Apalagi, setelah tabloid di China mengabarkan bahwa setiap perjanjian perdagangan fase satu mengharuskan AS menurunkan tarif perdagangan yang sangat kecil kemungkinannya.
Dari sisi domestik, Ibrahim mengatakan data inflasi Indonesia yang masih stabil di kisaran 3 persen sempat mendukung penguatan tipis rupiah hari ini.
"Namun, sayangnya data tersebut tidak mengurangi kekhwatiran pasar soal negosiasi dagang, sehingga rupiah tetap melemah," tutur Ibrahim.
Lebih lanjut ia berpendapat dalam perdagangan Selasa (3/12) besok posisi rupiah akan berada di kisaran Rp14.010 hingga Rp14.150 per dolar AS.
[Gambas:Video CNN] (ara/bir)