Kepala BPS Suhariyanto mencatat sumbangan wisman dari Negeri Jiran mencapai 241,1 ribu kunjungan pada Oktober lalu. Bahkan, sumbangan wisman dari negara tetangga telah mencapai 2,58 juta kunjungan sepanjang Januari-Oktober 2019.
"Peningkatan jumlah kunjungan wisman dari Malaysia naik 38,7 persen. Ini cukup tinggi, meski kenaikan tertinggi berasal dari Rusia 49,89 persen, tapi jumlahnya rendah," ujarnya, Senin (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan tertinggi dari Hong Kong, ini karena sedang ada masalah di Hong Kong," jelasnya.
Lebih lanjut, jumlah wisman mencapai 13,62 juta kunjungan sepanjang Januari-Oktober 2019. Jumlah itu meningkat sekitar 377 ribu dari 13,24 juta kunjungan pada Januari-Oktober 2018.
[Gambas:Video CNN]
Suhariyanto menduga ini terjadi karena beberapa destinasi tujuan wisata di Indonesia sudah beroperasi normal setelah terguncang bencana alam pada tahun lalu. Khususnya, titik wisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Bencana gempa membuat jumlah wisman di Lombok turun pada tahun lalu, sehingga bisa dimaklumi kenapa sekarang ini meningkat di bulan lalu. Nanti di Desember biasanya akan naik lagi karena musim liburan," terangnya.