Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan saat ini porsi penjualan beras untuk komersial sebesar 20 persen. Sementara, beras penugasan pemerintah sebesar 80 persen. Pada 2020 mendatang, Bulog ingin porsi penjualan beras komersial bertambah menjadi 50 persen.
"Tahun depan, keinginan saya bisa 50:50 karena kita dananya dari komersial. Kalau kami gunakan komersial 50 persen, paling tidak, berarti Bulog bisa dapat keuntungan," ujar Buwas dikutip dari Antara, Selasa (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Bulog tidak lagi menyalurkan beras Rastra dan tidak melakukan kegiatan operasi pasar, karena penjualan beras CBP harus melalui keputusan Rakortras.
Akibatnya, stok beras Bulog tidak bergeser. Namun, bunga pinjaman tetap berjalan.
Mantan Kepala BNN tersebut menyatakan Perum Bulog juga memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp2 triliun untuk mendukung penguatan komersial seperti pembangunan Control Atmosphere Storage (CAS), gudang modern kedelai, dan gudang modern beras.
Tahun depan, Bulog berencana membangun Corn Drying Center (CDC), serta Modern Rice Milling Plan (MRMP).
[Gambas:Video CNN] (antara/age)