Bulog Ingin Jual Beras Komersial Lebih Banyak Supaya Untung

CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 19:45 WIB
Bulog Ingin Jual Beras Komersial Lebih Banyak Supaya Untung Perum Bulog akan memperbesar porsi penjualan beras komersial pada 2020 menjadi 50 persen komersial. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perum Bulog akan memperbesar porsi penjualan beras komersial pada 2020. Hal ini dilakukan agar perusahaan bisa mengeruk keuntungan.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan saat ini porsi penjualan beras untuk komersial sebesar 20 persen. Sementara, beras penugasan pemerintah sebesar 80 persen.  Pada 2020 mendatang, Bulog ingin porsi penjualan beras komersial bertambah menjadi 50 persen.

"Tahun depan, keinginan saya bisa 50:50 karena kita dananya dari komersial. Kalau kami gunakan komersial 50 persen, paling tidak, berarti Bulog bisa dapat keuntungan," ujar Buwas dikutip dari Antara, Selasa (3/12).


Buwas menambahkan porsi komersial 20 persen menurutnya terlalu kecil untuk membiayai operasional Bulog. Ia menjelaskan bahwa strategi Bulog untuk memperkuat bisnis komersial ini sejalan dengan berkurangnya penugasan dari pemerintah dalam penyediaan beras dari program BPNT.

Selain itu, Bulog juga bisa memperoleh keuntungan dan mencicil pembayaran utang perusahaan. Terhitung hingga September 2019, Bulog masih memiliki utang atau pinjaman yang belum diselesaikan sebesar Rp28 triliun untuk pengadaan sejumlah komoditas, termasuk beras.

Menurut Buwas, pengadaan beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang menggunakan dana pinjaman dari bank menjadi alasan beban utang perusahaan terus bertambah.

Di sisi lain, Bulog tidak lagi menyalurkan beras Rastra dan tidak melakukan kegiatan operasi pasar, karena penjualan beras CBP harus melalui keputusan Rakortras.

Akibatnya, stok beras Bulog tidak bergeser. Namun, bunga pinjaman tetap berjalan.

"Bulog tidak bisa dihindari dengan utang karena memang Bulog membeli beras. Baik CBP maupun komersial kita pinjam uang dari bank. Bunganya pun komersial. Kalau komersial tidak masalah. Yang masalah beras CBP," papar Buwas.

Mantan Kepala BNN tersebut menyatakan Perum Bulog juga memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp2 triliun untuk mendukung penguatan komersial seperti pembangunan Control Atmosphere Storage (CAS), gudang modern kedelai, dan gudang modern beras.

Tahun depan, Bulog berencana membangun Corn Drying Center (CDC), serta Modern Rice Milling Plan (MRMP).

[Gambas:Video CNN] (Antara/age)