"Rupiah bisa di bawah Rp10 ribu per dolar AS, cadangan dolar AS naik. Ekonomi tumbuh ke depan," kata Luhut di kantornya, Selasa (3/12).
Ia memperkirakan CAD dalam dua hingga tiga tahun ke depan bisa ditekan ke kisaran US$1 miliar. Sebagai catatan, data terakhir Bank Indonesia (BI) menunjukkan defisit transaksi berjalan kuartal III 2019 mencapai US$7,7 miliar atau 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, perbaikan CAD juga akan ditopang oleh potensi kenaikan ekspor dalam dua tahun ke depan. Beberapa komoditas ekspor yang akan naik, kata Luhut adalah baja, katode, baterai lithium.
"Saya lihat tidak ada masalah lagi," imbuhnya.
Selain itu, potensi investasi dan masuknya wisatawan mancanegara juga akan memperbaiki defisit neraca transaksi berjalan. Pasalnya, investasi dan pariwisata dapat menambah stok dolar AS di Indonesia.
[Gambas:Video CNN] (aud/sfr)