"Mundur sedikit, kami optimalkan waktu. Kalau pun mundur hanya tiga bulan," ucap Budi, Selasa (3/12).
Menurutnya, ini juga merupakan pertimbangan dari pemerintah Jepang. Diketahui, negara itu melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) berkomitmen untuk memberikan pinjaman untuk proyek Patimban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyatakan pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Patimban sudah masuk daftar proyek strategis nasional (PSN). Dengan demikian, konstruksinya akan dikebut agar bisa rampung tak lama setelah pelabuhan itu beroperasi.
"Apabila jadi PSN maka bisa dilakukan percepatan pengadaan lahan dan investasinya, walaupun memang tidak sinkron sama waktu Pelabuhan Patimban," ujar Danang.
Jasa Marga membentuk konsorsium bersama PT Surya Semester Internusa, PT Daya Mulia Turangga, dan PT Jasa Sarana. Konsorsium itu memperkirakan nilai investasi yang dikucurkan sebesar Rp6,35 triliun.
"Kalau mereka berhasil buat dokumen pemrakarsa, mudah-mudahan tahun depan kami bisa lakukan tender," jelas Danang.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pembangunan Pelabuhan Patimban tahap I selesai Juni 2020. Ia menyebut perkembangan proyek itu sudah cukup bagus dan sesuai harapan.
Jokowi mengatakan kalau sudah selesai, pembangunan akan dilanjutkan ke tahap II. Dengan pembangunan tersebut, iaharapkanPatimban bisa menjadi pelabuhan besar pada 2027 mendatang. (aud/lav/lav)