Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Won Korea terpantau melemah 0,36 persen, ringgit Malaysia 0,10 persen, lira Turki 0,05 persen, dan baht Thailand 0,03 persen. Penguatan terjadi pada yen Jepang, dolar Taiwan, dan dolar Singapura yang sama-sama menguat tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.
Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Dolar Kanada menguat 0,03 persen, dan euro menguat tipis 0,01 persen. Sementara Poundsterling Inggris bergerak stagnan, dan hanya dolar Australia yang melemah dengan nilai 0,08 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Diramal Menguat Terbatas |
"Ini mengindikasikan bahwa negosiasi AS dan China berjalan alot, dan mungkin kesepakatan tidak akan tercapai dalam waktu dekat," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (4/12).
Di samping itu, Ariston mengatakan rupiah juga mendapatkan tekanan dari rencana AS mengenakan tarif impor asal Brasil, Argentina dan Perancis. Ancaman tarif tersebut membuka ketegangan dagang global baru dan berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Lebih lanjut, Ariston memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.080 hingga Rp14.150 per dolar AS hari ini.
[Gambas:Video CNN] (ara/agt)