Dikutip dari situs resmi Forbes, Kamis (5/12), 80 persen pundi-pundi kekayaan Hartono bersaudara berasal dari investasi yang mereka tempatkan di PT Bank Central Asia (BCA) Tbk. Keduanya membeli saham bank terbesar di Indonesia itu dari keluarga Salim yang terpukul oleh krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada era 1997-1998 lalu.
Selain dari sektor perbankan, kekayaan mereka juga bersumber dari pabrik rokok Djarum di Kudus, Jawa Tengah. Usaha yang mereka warisi dari orang tua mereka itu kini diteruskan oleh putra Budi. Total produksi rokok Djarum ditaksir mencapai 48 miliar batang per tahun atau mencapai 20 persen dari total produksi nasional.
Keluarga mereka juga pemegang merek elektronik Polytron. Tak hanya itu, mereka juga menguasai ribuan hektar lahan perkebunan sawit serta bermain di sektor properti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan Forbes, total kekayaan keluarga Widjaja mencapai US$9,6 miliar atau sekitar Rp135,14 triliun.
Melalui Chandra Asri, Prajogo menjadi pemain industri petrokimia terbesar di Indonesia.
Selanjutnya, Sri Prakash Lohia menduduki peringkat kelima. Forbes mencatat total kekayaan pengusaha kelahiran Kalkuta India 67 tahun lalu ini mencapai US$5,6 miliar atau Rp78,4 triliun.
Kekayaan Lohia sebagian besar berasal dari Indorama, perusahaan petrokimia dan tekstil yang ia rintis bersama ayahnya Mohan Lal Lohia. Saat ini, perusahaannya memproduksi berbagai produk industri seperti bahan baku tekstil, pupuk, hingga sarung tangan medis.
[Gambas:Video CNN] (sfr)