Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan kebijakan itu memberikan optimisme kepada investor.
"Kebijakan tersebut guna merangsang pertumbuhan bisnis dalam negeri dan pertumbuhan ekonomi yang lebih mampu bertahan dari gejolak ekonomi global," kata Lanjar dikutip dari risetnya, Jumat (6/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memprediksi IHSG akan mengalami koreksi pada akhir pekan. Secara teknikal, indeks mengindikasikan rentang penguatan terbatas.
"Terdapat potensi koreksi dalam jangka pendek," tuturnya.
Menurut dia, pergerakan IHSG akan dipengaruhi sentimen global, yaitu mendekatnya batas pemberlakuan tarif impor baru dari AS pada produk China pada 15 Desember mendatang. Di lain sisi, dua belah pihak tak kunjung mengantongi kesepakatan dagang.
[Gambas:Video CNN]
"Pemerintah AS-China dikabarkan mulai kembali mendekati kesepakatan dalam negosiasi dagang," ucapnya.
Ia memperkirakan indeks akan bergerak di rentang support 6.121-6.137 dan resistance 6.163-6.173.
IHSG berhasil bergerak perkasa pada perdagangan Kamis(5/12). Indeks ditutup di level 6.152 naik 39,23 poin atau 0,64 persen.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,10 persen ke posisi 27.677, S&P 500 bertambah 0,15 persen ke level 3.117, dan Nasdaq Composite naik 0,05 persen menjadi 8.570.